Wednesday, February 11, 2009

Puisi Kontemporer

Puisi kontemporer, freaky poem. Mungkin akan sangat aneh jika kamu-kamu baru pertama kali membaca puisi ini. Aku saja, ketika gelombang suara Guru Bahasa Indonesiaku yang sedang membacakan puisi kontemporer ini beresonansi dengan gendang telingaku, menimbulkan rangsangan ke otak untuk tertawa terbahak-bahak. Yang gimana puisi kontemporer itu ? Kata Miss Universe yang berubah profesi jadi Guru Bahasa Indonesia ntu sih, puisi yang dibuat sesuka hati si pengarang dan sulit ditangkap maknanya. Yah yang berbau teka-teki gitu dech pokoknya.

Iseng tuh pengarang bikin pembaca bingung. Nih seputar puisi kontemporer yang dapat diukir olehku di kelas tadi :

  1. mulai munculnya itu sekitar tahun 1970-an, kurang tau pastinya kapan;

  2. Yang memprakarsainya adalah Abang/Bapak/Tuan Sutardji Calzoum Bachri (entah orang asli INA atau orang keturunan);

  3. ciri-cirinya:
    • bentuknya itu pasti tidak seperti puisi biasa;

    • pada umumnya bertemakan kritikan;

    • maknanya sangat sulit ditangkap;

    • sering sekali mempermainkan kata di dalamnya.

Pada awalnya kupikir gampang banget membuat puisi kontemporer ini karena cuman tulis-tulis kata semau kita. kan sesuka hati. In Fact tidak semudah bayangan di dalam lipatan-lipatan di dalam tengkorak kepalaku ini. Sulit sangat amat teramat untuk membuat puisi yang termasuk dalam genus Puisi Kontemporer, The Freaky Poem ini. Detik-detik berlalu, Sang Guru mulai mengeluarkan titahnya pada kami para rakyat ORSSON untuk berkarya di papan suci kelas bernama whiteboard. 3 kandidat pun dipilih berdasarkan pemikiran yang setengah matang. Mereka pun mulai menggoreskan spidol di papan suci itu, mengeluarkan jiwa seni nan idiot. Alhasil :

  1. Aan Sang Maestro, membuat karya mengenai rokok yang menjadi idamannya. kata-kata yang dilukiskannya pada papan suci benar-benar seperti penyair ndeso tetapi tetap menggugah hati. Namun sayang vonis Sang Guru menyatakn bahwa karya sang maestro tidak layak disebut puisi kontemporer. Harapan maestro mendapat nilai luruh ditelan liang lahar sperti di film-film Indosiar.

  2. Meryn Gadis Sweta, temanya yang sedikit centil tapi pusingin. Tema yang diangkat yaitu kisah cintanya pada pujaannya, yaitu Ayank udi (haha). Tidak sia-sia pengalaman cintanya membawanya ke tahap hampir sempurna dalam membuat puisi kontemporer. Sang Guru memvonis karyanya sebagai sebuah Puisi Semi-Kontemporer.

  3. Bolang Titisan Chairil Anwar pun mulai menunjukkan tajinya. Puisinya bagaikan sebuah limousine di dalam kumpulan bajaj (?). Kolaborasi hitamnya tinta spidol dengan putihnya papan suci menampilkan tautan kata-kata yang sangat memukau, gila bener, nendang banget, maknyos gak ngerti tuh puisi. Suara pukulan telapak tangan terdengar beberapa detik setelah puisi dibacakan. Ini adalah Puisi Kontemporer, vonis Sang Guru. Nah ini aku coba kutip puisinya.

???


Pemilu ?
Untuk menciptakan suatu melankolis
Tiada tanya saat bertahta
Ingat Tuhan jadi hadi
Hati-hati para penjudi

Gimana ? Ngerti ? Kalo ngerti tolong posting maknanya ya and try to make some "Puisi Kontemporer".

8 comments:

  1. at last.. Ur first original touch here..
    poem is an absurd thing...

    ReplyDelete
  2. tema puisi kontemporer duka kasih taw donk!!!!!!!!!

    ReplyDelete
  3. wah keren bgdd yach puisi kontemporer ituwh, aku sitch suka bgdd. umm pada taw gg seh tmpat les buad bljar kea gnii??

    ReplyDelete
  4. @renspandy
    hehe
    :D

    @dolet dobret n pinky girl
    hoho sabar
    ntar kaLo gw udh jd sastrawan seLeveL om chairiL anwar Lo jga bsa baca tuh puisi
    xp

    @annila
    hmmm...
    berduka karena ap duLu..
    ditinggaLkan seorang, ditimpa bencana, ato ap ?
    +_+

    @Putri Jasmine
    Les buat ginian jarang dh kayaqna.
    biasany diajarin d sekoLah.
    tapi kaLo dirimu berminat buka Les Puisi Kontemporer ntu ide briLiant .. hoho
    gw daftar deh ntar..

    ReplyDelete
  5. kontemporer,,, dikasi garam, mrica, tambah enak kali yoa

    ReplyDelete