Breaking

Wednesday, April 08, 2009

Hilangnya Ekor Manusia

Apakah manusia memiliki ekor ?
Credit to: Curse
Apakah manusia memiliki ekor ? Postingan abstrak dengan pertanyaan abstrak. Sudah pasti saya akan menjawab tidak, kecuali Naruto mungkin ya, karena berbagi tubuh dengan Kyuubi. Oke kalau begitu postingannya sudah selesai.

Tetapi tunggu dulu. Jadi beberapa detik, menit, dan jam yang lalu saya ada membaca tentang artikel ekor di mana membahas ekor [Illuminationis]. Sebenarnya artikel itu tidak membahas tentang ekor manusia, akan tetapi menyebutkan ekor manusia yang sudah hilang karena proses evolusi. Yap, walaupun satu kalimat tetapi itu membuat saya membuka jendela ilmu pengetahuan masa kini, yaitu Mbah Google untuk sekedar ingin tahu tentang ekor manusia. Jadi teringat teori yang dikemukanan oleh seorang Charles Darwin.

Teori Charles Darwin

Mungkin teori ini sudah sering kita dengar di kehidupan kita sehari-hari. Charles Darwin dalam bukunya yang berjudul "The Origin of The Species by Means of Natural Selection" mengatakan bahwa spesies itu berasal dari spesies-spesies yang hidup dari masa-masa silam yang merupakan hasil dari suatu seleksi alam. Jadi kalau kita kaitkan dengan manusia, bisa kita tarik kesimpulan bahwa manusia merupakan penerus dari spesies masa lampau yang berhasil melalui suatu seleksi alam. Lantas dalam bukunya yang lain yang berjudul "The Descent of Man", Darwin mengatakan bahwa kera dan manusia itu berasal dari satu spesies atau nenek moyang yang sama.
Charles Darwin, seorang ilmuwan yang pernah mengemukakan teori evolusi pada mahkluk hidup. Teori evolusi yang dikemukakan oleh Charles Darwin.
Charles Darwin, Credit to: C0nc0rdance Teori Evolusi Charles Darwin, Credit to: Erva Kurniawan

Dulu Manusia Memiliki Ekor Karena Satu Spesies dengan Kera ?

Sebenarnya teori Charles Darwin ini tidak didukung oleh penemuan ilmiah yang nyata, khususnya berkaitan dengan fosil yang harusnya bisa jadi bukti penguatnya. Oleh karena itu banyak ilmuwan yang berbeda pandangan dengan teori Charles Darwin ini walaupun ada juga yang menjadi penganut teori Charles Darwin. Jika di antara pembaca ada yang merupakan penganut teori Charles Darwin, saya mengucapkan selamat.

Terlebih lagi, sebenarnya kera itu tidak punya ekor. Kita jangan salah mendeskripsikan kera dengan monyet karena walaupun terlihat mirip, mereka berbeda. Sungguh kasihan si kera apabila disamakan dengan si monyet. Jadi, salah satu perbedaan kera dengan monyet adalah di bagian ekor. Kera tidak memiliki ekor, sedangkan monyet memiliki ekor [Alamendah]. Jadi kera tidak memiliki ekor.

Apa Sih Ekor Itu ?

Kebanyakan dari kita sudah tahu jawabannya. Secara umum ekor adalah suatu bagian yang ada di sekitar pantat. Ekor ialah bagian ujung belakang badan hewan [Wikipedia]. Lebih jelasnya, ekor adalah bagian tubuh binatang dan sebagainya yang letaknya paling belakang, baik berupa sambungan dari tulang punggung maupun sebagai lekatan [KBBI].

Jadi, Manusia Memiliki Ekor Atau Tidak ?

Sekilas dari penjelasan-penjelasan di atas, mungkin teman-teman mengambil kesimpulan bahwa manusia tidak punya ekor ya ? Tetapi, pada kenyataanya, berdasarkan hasil penelitian ternyata manusia memang memiliki ekor teman-teman. Tetapi kita tidak bisa bertelanjang mata melihat ekor pada manusia ini. Bukan berarti ekor ini tembus pandang, hanya saja ekor ini sudah hilang saat kita bisa melihat atau orang lain bisa melihat kita.

Di Mana Ekor Manusia

Ekor pada manusia masih ada ketika manusia masih belum berbentuk sempurna. Yap, itu adalah ketika manusia masih dalam bentuk embrio. Dalam ilmu biologi dasar yang pernah kita pelajari dahulu di bangku sekolah, embrio bisa ada karena adanya sperma yang bertemu dengan ovum. Mari kita tengok bagaimana sih sperma itu.
Penampakan sperma. Bagian-bagian dari sperma.
Sperma Manusia, Credit to Perkembangan Janin Struktur Sperma, Credit to Pearson Education, Inc

Bisa kita lihat, pada saat berbentuk sperma pun kita sebenarnya sudah memiliki ekor. Sperma di mana telah memiliki ekor ini merupakan tahap ke-3 dari pembentukan sperma, yaitu:
  • Spermatocytogenesis
  • Meiosis
  • Spermiogenesis, di mana terdiri dari:
    • kepala (caput)
    • leher (servix)
    • badan (corpus)
    • ekor (cauda) [Wildan Yatim, 1990]
Tidak hanya saat berbentuk sperma, ekor ini pun sebenarnya masih ada pada saat kita dalam fase embrio. pada embrio, ekor mulai terlihat jelas pada minggu ke-4 hingga minggu ke-7. Nah, tapi memasuki minggu ke-7 hingga ke-8 ekor yang menyerupai ekor kecebong ini mulai menghilang akibat nekrosis atau kematian jaringan secara fisiologis. Nah embrio ini pun akan mulai memasuki masa yang namanya janin.
Fase awal embrio (carnegie stages).
Carnegie Stages, Credit to: Buku Sekolah

Itu adalah perjalanan singkat cikal bakal manusia yang memiliki ekor. Eh, tapi secara subtansinya itu sudah manusia hanya saja belum berbentuk seperti yang familiar kita lihat.

Satu hal lagi, layaknya gajah mati meninggalkan gading, ekor ini pun menghilang ada meninggalkan sesuatu. Ya, ekor menghilang meninggalkan tulang ekor yang masih tersisa dalam tubuh kita manusia zaman sekarang. Tapi tulang ekor ini tak memanjang akibat dari proses evolusi yang telah dilalui manusia. Bayangkan kalau ekor tersebut tetap ada dan memanjang, berarti kita melobangi setiap celana kita di bagian belakang ya.

6 comments:

  1. Gmana caranya kucing n anjing(randi) berkomunikasi pake ekor?

    ReplyDelete
  2. enak juga mungkin kLo punya ekor
    hehe

    ReplyDelete
  3. @Armanda
    mungkin anjing (chacha) nuLisnya pke ekor karena ke4 kakinya dipake buat jaLan n berdiri..
    (pemikiran orang sakit)..
    +_+

    @pinky girL
    susah donk musti boLongin semua ceLana buat ekor..
    hehe

    ReplyDelete
  4. Salam! ur blog is the best. u have to visit mine www.masoodownload.com

    ReplyDelete
  5. gak kebayang y dari sperma mirip kecebong itu jadi orang

    ReplyDelete

Adbox