Breaking

Monday, December 28, 2009

Banyak Jalan Menuju DO

Slogan yg selalu menghantui para mahasiswa wabil khusus kami, para mahasiswa STAN. Memang tidak ada spanduk atau pamflet resmi yg memuat slogan ini. Akan tetapi slogan ini terasa begitu terpatri dalam sanubari mahasiswa STAN.
Kenapa ? Find it out..



STAN yg berdomisili di tangerang, mempunyai fungsi layaknya tembok berlin yg memisahkan jerman barat dan jerman timur, memisahkan bintaro dan ceger. Siswa yang setidaknya berjumlah lebih dari 5000 kepala ini dengan setia terus menuntut ilmu dan ijazah lulus di tempat ini, selain menuntut agar WC di gedung C, D dan E agar cepat diselesaikan (kami para mahasiswa capek harus berlari ke gedung I kalo kebelet).

Banyak aspek yg bisa berujung dengan DO di STAN. Peraturan-peraturan kasat mata dan tak kasat mata menghantui para mahasiswa. Memang, STAN merupakan sekolah tinggi yg free alias gratis dan merupakan sekolah kedinasan yg dengan kata lain langsung kerja. Buku pengantar yg digunakan dalam kegiatan kuliah-mengkuliahi pun sebagian disediakan oleh lembaga ini. Para lulusan STAN alhamdulillah telah menduduki kursi-kursi yg cukup tinggi tingkatannya di departemen keuangan RI kita (yah walau tak semua menduduki jabatan tinggi tapi kehidupan para lulusan STAN terbilang cukup di atas rata2 berkecukupan (alias tidak susah ekonomi). Tetapi masa2 derita mahasiswa STAN ketika menjalani perkuliahan tidaklah manis...

STAN sebagai sekolah kedinasan dalam KKM (kegiatan kuliah mengkuliahi) menggunakan seragam. Seragam STAN cukup sederhana, kemeja putih (berwarna putih, abu2 muda, krem, atau biru muda) yg dimasukkan ke dalam celana bahan berwarna gelap, sabuk dan sepatu.
Yg lebih sederhana lagi adalah hukuman jika mengenakan seragam yg berbeda,, yaitu DO.. Sangat simple.

Kehadiran di STAN juga sangat diperhatikan. Dalam universitas biasa jika melewati batas ketidakhadiran, maka orang tsb harus mengulang matkuL tsb. Di STAN agak sedikit berbeda, jika melewati batas ketidakhadiran dengan alasan apapun (entah sakit, izin, atau mati) maka harus mengulang ujian saringan masuk STAN. Aliasnya DO lagi.

Batas minimal IPK tentu menentukan kenaikan seorang mahasiswa. Kasus yg sama,, kasus universitas umumnya jika di bawah standar IPK maka harus mengulang di semster atau taon depan, kalo di STAN cukup mengulang USM taon depan.

Nilai E tidak diperbolehkan di STAN,, dan pada beberapa matkul niLai D diharamkan yg artinya jika mendapat nilai D atau E = siap2 packing = DO

Masalah yg paling sering menjadi faktor yg memeriahkan pesta DO di STAN, Tersinggungnya Dosen. Di STAN berlaku 2 pasal yg sangat mewabah, yaitu pasal 1 Dosen tak pernah salah dan pasal 2 jika dosen salah liat pasal 1. Pasal yg sangat simple tapi menyakitkan. Pernah ada suatu kasus di mana salah seorang ketua kelas yg menanyakan kepada salah seorang dosen alasan ketidakhadirannya yg berturut-turut. Alhasil dosen tersebut merasa tersinggung dan nasib ketua kelas tersebut bisa anda tebak sendiri.

Jika ingin bertanya kenapa begitu sadis peraturan2 itu,, jawabannya adalah kalian ini sekolah gratis. Tetapi coba cerna apakah biaya gratis bisa menjadi alasan padahal banyak yg telah mengorbankan PT lain demi masuk k sini seperti IT TELKOM, UI, ITB, UGM, UNPAD. Apakah pantas untuk terkena DO hanya karena masalah kemeja ??




3 comments:

  1. kalo cewe seragamnya sama? roknya jadi kaya anak STM

    ReplyDelete
  2. @fun
    kalo cewe seragamnya kemeja plus rok warna gelap
    masa kayak anak STM ? haha

    @armanda
    tapi sekarang udah terbiasa kok :)

    ReplyDelete

Adbox