Breaking

Monday, December 28, 2009

Persiapan UTS

Ini adalah kisah yang menceritakan persiapan saya menghadapi UTS
Persiapan UTS, Credit to Kelas Juara

Ujian Tengah Semester, atau lebih dikenal dengan sebutan UTS. Di beberapa belahan dunia, mereka menyebut kegiatan ini dengan sebutan mid semester atau mid term test. Kampus saya tercinta, layaknya kampus-kampus yang tersebang dari Sabang hingga Merauka, dari Alas sampai Rote, dari hatimu ke hatiku, akan mengadakan UTS di semester ganjil yg pertama di tahun ajaran ini. It's time for prepare myself.

Pada posting saya kali ini, saya ingin mengisahkan persiapan saya dalam menghadapi UTS pertama saya dalam beberapa bait prosa.

UTS dimulai pada tanggal 4 januari 2010, bertepatan dengan hari senin, hari di mana biasanya diadakan upacara bendera. Menghadapi UTS, kami para mahasiswa, disuguhi libur panjang di mana liburan ini dipersembahkan oleh natal dan tahun baru. Secara de jure libur ini dimulai dari tanggal 24 Desember 2009, tetapi secara de facto libur saya dan semua yang tergabung dalam kelas saya dimulai dari tanggal 22 Desember 2010. Ekstra libur 2 hari ini dipersembahkan oleh ketua kelas saya yang dengan lihainya berhasil mempengaruhi dosen untuk mau mengatur ulang jadwal perkuliahan kelas kami.

Selasa, 22 Desember 2009 - Hari Pertama Liburan

Di saat niat telah tertanam dalam sanubari, angan dan rasa untuk mempelajari untaian kata-kata indah dalam buku pelajaran yang ada pun tak malu untuk menampakkan dirinya. Ke manakah selama ini mereka pergi ? Terkisah, tak lama setelah itu datang seorang ditambah seorang, sehingga menjadi 2 orang, teman. Tiada asin di laut kalau tidak ada garam, tidak ada anak kalau tidak ada orang tua, tidak ada pergerakan kalau tidak ada tujuan. Kedatangan kedua teman saya memang bukan tanpa tujuan, mereka meminta saya untuk ikut bergotong royong membantu dia pindahan untuk besok.

Manusia adalah makhluk sosial, di mana kita tak luput dari interaksi sosial, bahkan saat genting, manusia terkadang tak kuasa menahan sifat interaksi antar manusia yang biasa disebut dengan mengobrol.

Belajar ditunda sampai 23 Desember 2009. Besok pasti belajar.


Rabu, 23 desember 2009 - Hari Kedua Liburan

Tiadak perang yang sukses tanpa persenjataan yang memadai. Oleh karena itu saya menyiapkan buku-buku yang akan dipelajari. Teman, seorang yang menagih janji bantuan pindahan pun datang.

Sekali lagi, manusia adalah makhluk sosial di mana selain haus akan interaksi, mereka juga ditanamkan asas gotong-royong dan saling tolong-menolong. Dengan berlandasan asas ini pun saya membantu mereka untuk pindahan barang. Kegiatan ini mudah tetapi ternyata cukup melelahkan sehingga saya pun pulang dengan bercucuran keringat tetapi tidak dengan bercucuran tenaga, lagi.

Belajar ditunda sampai 24 Desember 2009. Besok pasti belajar.


Kamis, 24 Desember 2009 - Hari Ketiga Liburan

Di saat saya sedang menyiapkan buku-buku untuk dipwlajari, handphone saya pun tak lama berdering. Yap, ternyata yang menelepon adalah bapak saya. Memang, sebelumnya bapak dan ibu saya sudah memberi tahu saya terlebih dahulu bahwa mereka akan bertandang ke Jakarta dan akan menjenguk anak sulungnya ini, bersama dengan kedua adik saya serta nenek saya. Kebetulan pada saat itu bertepatan dengan libur sekolah kedua adik saya. Tidak membutuhkan waktu lama untuk saya menutup buku dan menuju kamar mandi. Saya diajak untuk ikut menginap di hotel tempat mereka akan tinggal selama di Jakarta dan tentu saja otak kecil saya berfikir untuk ikut dalam rangka perbaikan gizi. Segera bersiap-bersiap dan tak lupa untuk membawa buku mikro ekonomi dengan niatan buku ini akan terjamah saat di hotel nanti.

Setelah kami meletakkan barang di hotel, kami pun pergi menuju ke Bekasi untuk mengunjungi rumah paman saya. Di sana pun saya bermain dengan sepupu-sepupu saya yang masih kecil, hingga larut malam.

Belajar ditunda sampai 25 Desember 2009. Besok pasti belajar.


Jum'at, 25 Desember 2009 - Hari Keempat Liburan, Hari Raya Mingguan Umat Islam, Hari Raya Tahunan Umat Kristiani

Hari ini saya tidak ada menyiapkan sesuatu untuk dipelajari karena memang hari rencananya saya akan pergi jalan-jalan bersama keluarga saya. Saya menyimpan baik-baik niat untuk belajar itu untuk dipakai malam hari nanti. Salah satu tujuan kami adalah Pasaraya. Setibanya di Pasaraya, saya belanja hingga siang hari (diselingi dengan Shalat Jumat) dan kemudian makan siang di rumah makan Sumatera yang saya juga lupa apa nama tempat makannya. Kemudian perjalanan pun dilanjutkan ke rumah saudara yang ada di Pasar Minggu. Dan pada malam hari, kami pun makan di rumah makan Padang, Sederhana. Memang niatan walaupun sudah disimpan terkadang tidak terpakai. Alhasil kegiatan seharian penuh ini membuat saya mengantuk. Ditambah rasa kenyang akibat makan masakan Padang yang nikmat membuat kasur ini terasa berpuluh-puluh kali lebih nikmat dari biasanya.

Belajar ditunda sampai 26 Desember 2009. Besok pasti belajar.


Sabtu, 26 Desember 2009 - Hari Kelima Liburan

Sehabis sarapan, saya pun diajak oleh bapak saya untuk pergi ke Mall Taman Anggrek. Awalnya kepergian ini dalam rangka menonton Sang Pemimpi di XXI. Yah ini karena adik saya yang sekarang duduk di bangku SMA belum menonton film ini dan saya pun diajak. Maklum, di kota kelahiran saya, Mataram, memang belum terdapat satu pun tempat yang bisa diaktegorikan sebagai bioskop. Seiring dengan berjalannya waktu niatan ke Taman Anggrek untuk menonton film pun bertambah menjadi niatan untuk berbelanja atau pun sekedar window shopping. Yah, itu adalah insting alami perempuan (adik saya). Saya pun dengan terpaksa menemani dia untuk berkeliling dan membuat saya setibanyak di hotel untuk langsung tertuju pada benda yang bernama kasur.

Belajar ditunda sampai 27 Desember 2009. Besok pasti belajar.


Minggu, 27 Desember 2009 - Hari Keenam Liburan
Hari ini merupakan hari terakhir keluarga saya di Jakarta, untuk tahun ini. Karena orang tua saya harus masuk kantor, mereka tidak bisa berlama-lama di sini mengunjungi seorang anak yang merantau mencari ilmu di Kota Jakarta, eh lebih tepatnya di Kota Tangerang Selatan. Pertama-tama saya pun diantar ke kosan saya di kalimongso, kemudian mereka melanjutkan perjalanan ke Soekarno Hatta untuk terbang menuju sebuah kota ibadah yang bernama Kota Mataram. Setiba di kos, saya hanya terpaku pada tempat tidur yang sudah lama ingin kujamah (astagfirullah) sehingga saya memutuskan hari ini adalah hari berisitirahat karena selalu "masih ada hari esok" dalam kamus saya.

Belajar ditunda sampai 28 Desember 2009. Besok pasti belajar.


Senin, 28 Desember 2009 - Hari Ketujuh Liburan

Genap seminggu liburan telah saya lalui tanpa ada pelajaran yang telah dipelajari. Hari ini dengan tekad yang tidak hanya bulat saya akan belajar.

dreeeetttt, dreeettt, dreeettt
Ya, itu adalah ilustrasi ketika HP saya berbunyi dan bergetar. Ternyata itu telpon dari ibu saya. Sebelumnya saya minta tolong kepada ibu saya untuk complain ke Telkomsel Flash karena Telkomsel Flash saya sejak beberapa waktu yang lalu tida bisa connect ke internet. Dan telpon itu ternyata memberi tahu saya jikalau Telkomsel Flash saya sudah bisa untuk connect. Terima kasih mama karena begitu sampai di Mataram Engkau langsung ke Grapari. Kasih ibu memang tak terhingga sepanjang masa.

Ternyata permasalahannya ada pada auto debt di rekening saya. So, hari ini pun terlewati dengan internetan sampai puas.

Belajar ditunda sampai 29 Desember 2009. Besok pasti belajar.


First Week Result Days Elapsed = 7 Days
Days Remaining = 6 Days
Lesson Absorbed = 0%

Terima kasih.
Selalu ada alasan untuk menunda pekerjaan yang kurang kita sukai.
Akan tetapi, ada pepatah yang mengatakan hari esok harus lebih baik dari hari ini.
Begitu juga dengan seminggu esok yang niscaya harus lebih baik dari seminggu ini.

No comments:

Post a Comment

Adbox