Breaking

Thursday, August 12, 2010

Siapa yang Salah ?

Siapakah yang salah dan siapa yang benar ?
Credit to: hrringleader
Malam yang dingin yang dipadu dengan selimut yang hangat. Berbaring nyenyak di tempat tidur yang empuk dan nyaman. Bukan itu yang saya lakukan malam ini. Guratan pensil di atas kertas di temani lagu Avenged Sevenfold berjudul Dear God adalah kegiatan saya malam ini.
Akuntansi, sebuah hal yang setahun ini telah familiar dalam kehidupan saya sebagai mahasiswa di jurusan akuntansi. Corporation, Investment in Stocks, Bonds Payable, Investment in Bonds dan Cash Flow, adalah kekasih saya dalam menemani malam ini.

Belajar, itu pekerjaan yang dilakukan mahasiswa saat akan menghadapi. Begitu juga dengan saya. Di saat mahasiswa universitas lain telah menjalani liburnya, saya di kampus tercinta saya sedang beradu tinta melawan soal-soal yang seakan mengejek saya dari atas kertas.

"Kenapa sih akuntansi ini sulit banget?"

Itu yang terlintas di benak saya malam ini. Menyalahkan sang akuntansi karena telah membuat dirinya seakan-akan sulit untuk difahami. Seakan ia tak bersahabat dan tak ingin dikenal lebih dalam. Tiba-tiba saat itu juga saya teringat sebuah momen saat saya membaca tweet antara kerabat dengan kerabat yang lain di timeline saya.

TKP1 : "Aduh ini kenapa sih HP saya, ngetik tapi lama banget dah responnya? HP bobrok ni ah, udah rusak kali ya minta diganti?"

TKP2 : "Kenapa emangnya ? Memorynya kali tuh penuh jadi berat"

TKP1 : "Tau nih HP kalo g memory berarti keypadnya yang udah rusak"

TKP3 : "Kenapa selalu object yang disalahkan pertama kali?"

*ket : TKP = Tweet Kerabat Penulis

Mungkin bagi beberapa orang per-tweet-an tadi tidak bermakna apa-apa, tetapi entah kenapa dan entah bagaimana saya merasa makna dari per-tweetan terlintas begitu saja di pikiran saya malam ini.

Satu lagi kutipan kejadian yang saya alami sendiri dan saat ini akan saya ketik dengan tangan saya sendiri. Suatu hari komputer di kamar saya tiba-tiba tidak bisa booting untuk masuk ke OSnya. Saya pun naik pitam dan mencaci komputer yang sebenarnya tidak bisa mendengar cacian yang saya lontarkan. Dan saya saat ini sadar bahwa komputer itu tidak pantas untuk dicaci karena ia hanyalah sebuah komputer tidak berdosa yang tidak tahu apa-apa. Setelah telusur mentelusuri, ternyata disket yang masih tertancap di floopy disc drive-nya. Saya ternyata lupa mengeluarkan disket saat terakhir kali mengguankannya. Dari kejadian ini para pembaca dipersilahkan menyimpulkan siapa yang salah, apakah saya karena lupa mengeluarkan disket itu atau disket itu karena tidak mengeluarkan dirinya saat ia tidak bisa tahu bahwa saya lupa mengeluarkannya.

Balik ke masalah akuntansi yang saya persalahkan karena kesulitannya itu, apakah itu salah akuntansi yang tidak mau untuk dipahami atau salah saya karena mungkin belum cukup keras berusaha untuk memahaminya. Kita kerap kali menyalahkan suatu objek karena ketidaklancaran kinerja objek tersebut, yang tentu saja, sebenarnya bukan merupakan kesalahan dari object tersebut. Wong dia gak punya pikiran, kalo punya ya mana mau kerja gak bener.

Teringat saat kecil saat terjadi suatu masalah antara teman, kita acap kali saling menimpakan kesalahan sehingga secara berkesinambungan terjadi apa yang saya sebut dengan perang "kamu sih". Mungkin sudah pribadi manusia untuk menimpakan kesalahan pada orang lain, tetapi tidak ada salahnya jikalau kita mengubah sudut pandang menentukan kesalahan orang itu. Coba kita bercermin diri terlebih dahulu (termasuk saya ya haha), siapa tahu suatu masalah terjadi bukan karena orang lain atau object lain melainkan karena diri kita sendiri.

2 comments:

  1. kalo kamu sih emang selalu salah dik....

    ReplyDelete
  2. blog walking
    :D

    memang lw selalu salah,
    diem aja salah apalagi ngomong
    :D

    kunjungi blog saya yooooo~

    ReplyDelete

Adbox