Breaking

Wednesday, December 28, 2016

Sejarah Kalender

Barang Bersejarah Ini Disebut Kalender
Credit to: Howard S. Billings Regional High School

Teringat di penghujung tahun 2009, saya membuat sebuah postingan yang membahas tentang tahun baru. Memang waktu berlalu begitu cepat. Tak terasa telah hampir 7 tahun berlalu sejak saat itu. Yang paling mengesankan adalah laptop yang saya gunakan untuk membuat postingan itu adalah laptop yang sama dengan laptop saya saat ini hehe.

4 hari lagi kita akan berganti tahun yang artinya tentu akan berganti kalender juga. Biasanya dulu di rumah, kami mendapat banyak kalender gratisan, entah dari bank, dari toko emas ataupun toko bahan bangunan. Tapi ternyata untuk mencetak suatu kalender itu bukanlah sesuatu yang mudah.

Apanya yang susah sih dari mencetak kalender ? Maksud saya di sini bukanlah bahan untuk mencetak kalender, tetapi isi dari kalender tersebut. Layaknya suatu penelitian yang harus menghabiskan waktu yang lama agar memuat sesuatu yang berbobot, kalender juga memakan waktu perumusan yang cukup lama. Satuan waktu di sini bukan bulan atau tahun melainkan abad bahkan milenium. Nah mari kita bagaimana sih kronologis kalender yang sering kita jumpai di dinding rumah, di atas meja atau di perangkat elektronik kita ini terumuskan ?


Kalender Romawi Romulus

Penanggalan di tahun Masehi kental dengan penanggalan yang dibuat oleh bangsa Romawi. Yap, bangsa Romawi sejak abad ke-7 memang telah mempunyai penanggalan tradisional yaitu kalender Romawi. Kalender Romawi itu diperkenalkan pertama kali oleh Romulus, yaitu pendiri kota Roma, pada 753 SM. Romulus mengambil dasar dari kelender Yunani yang memang sudah ada terlebih dahulu. Nama-nama bulan yang dipakai pun diambil dari nama-nama Dewa yang diyakini pada jaman tersebut serta beberapa berasal dari bahasa Yunani. Awal tahun adalah bulan Maret (Martius) sesuai dengan waktu vernal equinox. Selama setahun terdapat 10 bulan dengan total 304 hari. Terdapat 6 bulan yang berjumlah 30 hari dan 4 bulan yang berjumlah 31 hari. Akan tetapi, musim dingin selama 61 hari tidak dimasukkan dalam sistem penanggalan pada masa itu. Bahkan waktu-waktu musim dingin tersebut tidak diberi nama dan tanggal.
Bulan ke: Nama Bulan Singkatan Jumlah Hari
1. Martius Mar 31
2. Aprilis Apr 30
3. Maius Mai 31
4. Junius Jun 30
5. Quintilis Qui 31
6. Sextilis Sex 20
7. September Sep 31
8. October Oct 30
9. November Nov 31
10. December Dec 29
Penanggalan dalam Kalender Romawi Romulus

Selain itu, nama-nama hari juga didedikasikan kepada dewa, matahari, dan bulan.
Sunday Dies Solis Day of the Sun
Monday Dies Lunae Day of the Moon
Tuesday Dies Martis Day of Mars
Wednesday Dies Mercuri Day of Mercury
Thursday Dies Iovis Day of Jupiter
Friday Dies Veneris Day of Venus
Saturday Dies Saturni Day of Saturn
Penamaan hari dalam Kalender Romawi Romulus


Kalender Perubahan Numa Pompilius

Kemudian pada 713 SM Numa Pompilius, raja ke-2, melakukan perubahan terhadap Kalender Romawi Romulus. Pompilius menambahkan 2 buah bulan ke dalam penanggalan romawi tersebut, yaitu Januarius pada awal tahun dan Februarius pada akhir tahun dengan masing-masing bulan berjumlah 28 hari. Kemudian bulan yang awalnya 30 hari masing-masing dikurangi sehari sehingga hanya menjadi 29 hari sehingga total hari dalam setahun adalah 354 hari.

Nah, terkait jumlah di sini, ternyata banyak pengikut Phytagoras yang menganggap bahwa angka genap tidaklah mujur, sehingga perlu ditambahkan sehari lagi sehingga berjumlah 355 hari. Akhirnya bulan Januarius ditambah sehari sehingga menjadi 29 hari.
Bulan ke: Nama Bulan Singkatan Jumlah Hari
1. Januarius Jan 29
2. Martius Mar 31
3. Aprilis Apr 29
4. Maius Mai 31
5. Junius Jun 29
6. Quintilis Qui 31
7. Sextilis Sex 29
8. September Sep 29
9. October Oct 31
10. November Nov 29
11. December Dec 29
10. Februarius Feb 28
Penanggalan dalam Kalender Perubahan Numa Pompilius


Kalender Modifikasi Decemvris

Ternyata, usut punya usut, kalender yang telah diubah oleh Numa Pompilius masih menyisakan gap dalam hal jumlah hari dalam tahun tropis, sekitar 10 ¼ hari. Akhirnya Decemvris mengubah posisi bulan Februarius menjadi bulan ke-2. Kemudian ia juga menambahkan sebuah bulan setelah Februarius, yaitu bulan Mercedonius (bulan kabisat). Nah bulan Mercedonius ini akan muncul setiap 2 tahun sekali dan berjumlah 22 atau 23.

Sedikit mengilustrasikan perhitungannya.
Jumlah hari pada tahun normal : 355
Jumlah hari pada tahun kabisat : 377 (355 + 22) atau 378 (355 + 23)
Jumlah hari selama 4 tahun : 1465 (355 + 377 + 355 + 378)
Rata-rata jumlah hari selama 4 tahun : 366,25 (1465 / 4)
Tetapi di sini masih ada masalah, yaitu rata-rata jumlah hari yang tidak sesuai, sehingga ditetapkan bahwa setiap 24 tahun sekali, tidak ada bulan kabisat sehingga perhitungannya menjadi seperti berikut.
Jumlah hari selama 24 tahun : 8790 (1465 * 6)
Jumlah hari selama 24 tahun tanpa 1 bulan kabisat : 8767 (8790 - 23)
Rata-rata jumlah hari selama 24 tahun : 365,29 (8767 / 24)
Di sini saya memakai bulan kabisat dengan 23 hari karena pada tahun 24, kemungkinan adalah tahun ke-4 dengan jumlah hari bulan kabisat 23 hari. Kalaupun memakai bulan kabisat dengan 22 hari, maka hasil rata-rata jumlah hari selama 24 tahun adalah 365,33 hari. Memang masih ada ketidaksesuaian selama 0,04 / 0,08 hari.
Bulan ke: Nama Bulan Jumlah Hari
1. Januarius 29
2. Februarius 28
3. Mercedonius 22 atau 23
4. Martius 31
5. Aprilis 29
6. Maius 31
7. Junius 29
8. Quintilis 31
9. Sextilis 29
10. September 29
11. October 31
12. November 29
13. December 29
Penanggalan dalam Kalender Modifikasi Decemvris


Kalender Julian

Pada masanya, 46 SM, Julius Caesar melakukan perubahan besar terhadap Kalender Romawi. Selama berabad-abad Kalender Romawi kurang sinkron lagi dengan matahari. Ia beranggapan bahwa equinox sipil telah berselisih selama 3 bulan dengan equinox astronomi. Oleh karena itu ia menambahkan 91 hari yang dibaginya ke dalam 3 bulan dengan distribusi: 1 bulan (23 hari) antara bulan Februarius dan bulan Martius serta 2 bulan (34 dan 33 hari) antara bulan November dan bulan December. Julius Caesar tidak memberikan nama pada bulan tersebut. Jumlah hari pada tahun dalam kalender ini adalah 455 hari.

Kemudian pada 45 SM, Julius Caesar juga melakukan perubahan lagi terhadap kalender ini dengan menjadikan jumlah hari pada bulan ganjil sebanyak 30 hari dan pada bulan genap sebanyak 30 hari kecuali bulan Februarius sebanyak 29 hari sehingga jumlah hari dalam 1 tahun adalah 365 hari. Oh iya, bulan Februarius ini akan berjumlah 30 hari pada saat tahun kabisat sehingga pada saat tahun kabisat maka jumlah hari dalam setahun adalah 366 hari. Pada masa ini juga bulan Quintilis diubah namanya menjadi bulan Julis untuk menghargai jasa Julius Caesar. Bulan tersebut dipilih karena merupakan bulan kelahiran Julius Caesar. Kalender ini awalnya diusulkan oleh seorang astronom bernama Sosigenes yang kemudian diberlakukan oleh Julius Caesar. Kalender ini pun dikenal dengan nama Kalender Julian.
Nama Bulan Singkatan Jumlah Hari Sebelum 45 SM Jumlah Hari Setelah 45 SM
Januarius Jan 29 31
Februarius Feb 28 30
Bulan tambahan 1 IC1 23 -
Martius Martius 31 31
Aprilis Apr 29 30
Maius Mai 31 31
Junius Jun 29 30
Quintilis -> Julis Qui -> Jul 31 31
Sextilis Sex 29 30
September Sep 29 31
October Oct 31 30
November Nov 29 31
Bulan tambahan 2 IC2 34 -
Bulan tambahan 3 IC3 33 -
December Dec 29 30
Penanggalan dalam Kalender Julian Sebelum dan Setelah 45 SM
Pada awal penerapan Kalender Julian, tahun kabisat bukan tahun yang habis dibagi 4, akan tetapi tahun kabisat ada setiap 3 tahun sekali.

Kalender Masa Augustus Caesar

Augustus Caesar adalah kaisar di mana masa kejayaan Romawi mencapai puncaknya. Sebenarnya pada masa Augustus Kalender Julian masih tetap diterima sehingga tidak ada perubahan terhadap sistem penanggalan itu. Augustus Caesar juga bukanlah seorang yang memiliki usulan terkait penanggalan dengan sistem baru atau berjasa dalam penanggalan. Akan tetapi, karena jasanya yang membawa Romawi ke dalam kejayaannya pada masa itu, maka Augustus Caesar diberikan kehormatan untuk menyandang nama salah satu bulan. Augustus Caesar memilih bulan Sextilis di mana di bulan ini ia pertama kali terpilih sebagai konsul. Oleh karena itu bulan Sextilis pun berubah menjadi bulan August. Nah tetapi ternyata masih ada rasa tidak puas, karena dalam Kalender Julian, bulan Sextilis hanya memiliki 30 hari, di mana ini lebih sedikit daripada bulan Julius. Oleh karena itu, Augustus Caesar meminta agar jumlah hari di bulan August menjadi 31 hari juga, sama seperti bulan Julius.
Nama Bulan Singkatan Tahun Basit Tahun Kabisat
Januarius Jan 31 31
Februarius Feb 28 29
Martius Martius 31 31
Aprilis Apr 30 30
Maius Mai 31 31
Junius Jun 30 30
Quintilis -> Julis Qui -> Jul 31 31
August Aug 31 31
September Sep 30 30
October Oct 31 31
November Nov 30 30
December Dec 31 31
Penanggalan dalam Kalender Julian Pada Masa Augsutus Caesar
Seperti yang sudah saya jelaskan tadi kalau pada awal penerapan Kalender Julian, tahun kabisat terjadi setiap 3 tahun sekali. Tahun-tahun yang termasuk tahun kabisat adalah 42 SM, 39 SM, 36 SM, 33 SM, 30 SM, 27 SM, 24 SM, 21 SM, 18 SM, 12 SM, 9 SM, 8 M, 12 M. Kemudian setelah 12 M tahun kabisat berubah menjadi setiap 4 tahun sekali. Oh iya, sejak 9 SM hingga 8 M tidak ada tahun kabisat sama sekali. Hal ini merupakan kebijakan dari Augustus Caesar untuk menambal surplus hari dari tahun-tahun sebelumnya.

Kalender Gregorius

Kalender ini merupakan modifikasi dari Kalender Julian. Kalender Gregorius adalah kalender yang paling banyak digunakan di dunia barat pada masa sekarang. Kalender ini dikemukakan oleh Dr. Aloysius Lilius dari Napoli, Italia, dan mendapat persetujuan oleh Paus Gregorius XIII, pada tanggal 24 Februari 1582.

Nah, Gregorius merasa kalau Kalender Julian masih kurang tepat. 1 tahun dalam Kalender Julian berlangsung selama 365 hari 6 jam. Rentang ini memiliki selisih dengan lamanya revolusi Bumi yang hanya berlangsung selama 365 hari 5 jam 48 menit 46 detik. Oleh karena itu, dalam setiap 1 milenium Kalender Julian kelebihan 7 sampai 8 hari (11 menit 14 detik per tahun). Masalah ini kemudian dipecahkan oleh Gregorius dengan hari-hari kabisat yang agak berbeda dari Kalender Julian. Pada Kalender Julian, setiap tahun yang bisa dibagi dengan 4 merupakan tahun kabisat. Tetapi pada Kalender Gregorius, tahun dengan kelipatan 100 dianggap sebagai tahun kabisat apabila tahun tersebut juga bisa dibagi dengan 400. Semisal, tahun 1600, 2000, dan 2400 termasuk tahun kabisat sedangkan tahun 1500, 1700, 1800, 1900, dan 2100 tidak termasuk tahun kabisat.

Source: Wikipedia, History, Strawferryst, Era Muslim

1 comment:

Adbox